Dana Moneter Internasional merilis sebuah laporan pada 7 Mei yang menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) mengubah cara sistem keuangan merespons kerentanan siber dan insiden keamanan, sekaligus memperbesar risiko siber dan menimbulkan potensi ancaman terhadap stabilitas keuangan, menurut laporan tersebut.
Laporan itu mencatat bahwa ketika kerentanan ditemukan dan dieksploitasi dengan kecepatan yang lebih tinggi, risiko serangan siber menjadi semakin bersifat sistemik. Percepatan eksploitasi kerentanan menciptakan lingkungan ancaman yang lebih kompleks bagi institusi keuangan.
Sektor keuangan berbagi infrastruktur digital dengan industri energi, telekomunikasi, dan layanan publik. Infrastruktur bersama ini berarti bahwa serangan siber yang dibantu AI berpotensi menyebar ke berbagai sektor yang bergantung pada sistem yang mendasarinya yang sama. Satu kerentanan keamanan dapat berdampak pada banyak institusi secara bersamaan.
Karakteristik ini menciptakan potensi agar risiko siber memiliki dampak makroekonomi yang luas, memicu reaksi berantai termasuk hilangnya kepercayaan, gangguan pembayaran, tekanan likuiditas, dan penjualan aset secara paksa di seluruh sistem keuangan.
Related News
Lowongan Pekerjaan AI Naik 50% saat Perang Bakat Asia Mengubah Lanskap Ketenagakerjaan
Korea Selatan Meluncurkan Dana Keamanan Siber $8M AI untuk 50 Perusahaan
ASIC Memperingatkan Perusahaan Keuangan tentang Risiko Siber AI
Cloudflare mengumumkan PHK global 20%, penggunaan AI naik lebih dari 600% dalam tiga bulan
Kenaikan Saham Korea Selatan Mengungguli Pasar Global di Tengah Booming AI