Korea Utara Menguji Rudal Berpanduan AI saat Kim Jong Un Memerintahkan Modernisasi Militer

Korea Utara Menggelar Uji Rudal Dipandu AI

Korea Utara menggelar uji rudal yang dipandu kecerdasan buatan dan diawasi Kim Jong Un pada 26-27 Mei 2026, dengan media pemerintah melaporkan bahwa pemimpin itu "puas dengan hasilnya". Uji coba tersebut dirancang untuk memodernisasi pasukan Korea Utara untuk apa yang oleh media pemerintah disebut sebagai "perang modern", menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Peluncuran dilakukan 24 jam setelah intelijen militer Korea Selatan mendeteksi peluru termasuk setidaknya satu rudal balistik yang ditembakkan ke perairan barat pada 26 Mei. Eskalasi ini menyusul runtuhnya KTT Kim 2019 dengan Presiden Donald Trump, setelah itu Korea Utara mempercepat program pengembangan senjatanya dan secara resmi menetapkan Korea Selatan sebagai "musuh paling memusuhi".

Sistem Senjata yang Diuji

Uji coba tersebut menampilkan beberapa sistem senjata canggih, menurut KCNA. Rudal jelajah berkemampuan nuklir yang dinyatakan Korea Utara akan dikerahkan dekat perbatasan Korea Selatan diluncurkan. Rudal balistik yang dipasang dengan "hulu ledak misi khusus" yang dirancang untuk serangan nuklir di medan perang diuji. Selain itu, artileri roket 240mm yang ditingkatkan dengan perangkat navigasi "ultra-presisi" ditembakkan. Media pemerintah melaporkan sistem peluncuran otomatis dan senjata telah ditingkatkan untuk "menyesuaikan kondisi yang tepat dalam perang modern agar meningkatkan penerapannya dalam pertempuran". Setelah uji coba, Kim Jong Un mengarahkan pasukannya untuk memodernisasi kemampuan artileri mereka.

Deteksi Militer Korea Selatan

Intelijen militer Korea Selatan mendeteksi rentetan peluru pada 26 Mei 2026, termasuk setidaknya satu rudal balistik jarak dekat yang ditembakkan ke perairan barat. Pejabat Seoul mengonfirmasi rudal tersebut terbang sekitar 50 mil (80 kilometer) sebelum mendarat di air. Otoritas Korea Selatan tidak mengungkapkan rincian mengenai senjata lain yang terlibat dalam peluncuran tersebut.

Hubungan Diplomatik dan Sikap Militer

Kim Jong Un telah mempercepat kemampuan atom dan rudal Korea Utara sejak KTT 2019 dengan Presiden Donald Trump runtuh. Korea Utara secara resmi melabeli Korea Selatan sebagai "musuh paling memusuhi" negara itu dan memutuskan hubungan diplomatik bersejarah. Awal 2026, Kim mengatakan ia bisa "sepenuhnya menghancurkan" Korea Selatan dan bahwa "keruntuhan total" negara itu "tidak dapat dikesampingkan". Minggu lalu, Kim mengadakan pertemuan dengan pimpinan militer untuk membahas penguatan unit-unit garis depan di sepanjang perbatasan. Bulan lalu, Pyongyang meluncurkan dua rudal jelajah strategis dan tiga rudal anti-kapal dari kapal perusak kelas 5.000 tonnya, Choe Hyon.

Aliansi Internasional

Korea Utara telah mengirim ribuan pasukan garis depan dan pengiriman amunisi ke Rusia untuk mendukung perang Moskow di Ukraina. Korea Utara memperdalam hubungan dengan China, yang menjadi jalur penyelamat ekonomi utamanya. Sementara Presiden Donald Trump telah mengindikasikan minat untuk memulai kembali diplomasi dengan Kim Jong Un, Korea Utara menolak tawaran tersebut. Pyongyang menyatakan bahwa Washington harus sepenuhnya mencabut tuntutan pelucutan senjata nuklir sebelum pembicaraan perdamaian dapat dimulai.

Analisis Gambar

Image 1 (moments-73ac4b3b7a-66c251bf01-8b7abd-e5a980): Menunjukkan Kim Jong Un di tempat yang tampak seperti pengamatan militer atau pengaturan komando. Relevan dengan isi artikel tentang Kim yang secara pribadi mengawasi peluncuran rudal. Disimpan dan diposisikan setelah paragraf pembuka di bagian "Korea Utara Menggelar Uji Rudal Dipandu AI".

Image 2 (moments-afd7d1356f-064d874efc-8b7abd-e5a980): Menunjukkan Kim Jong Un memeriksa peralatan militer laut atau kapal yang tampaknya digunakan. Relevan dengan penyebutan artikel mengenai uji coba rudal jelajah sebelumnya dari kapal perusak Choe Hyon. Disimpan dan diposisikan di bagian "Hubungan Diplomatik dan Sikap Militer" dekat referensi peluncuran kapal perusak Choe Hyon.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar