SEC Dikabarkan Menyiapkan Pengecualian Inovasi untuk Perdagangan Saham Tertokenisasi

BLSH-9,54%
NVDA2,06%
TSLA-1%

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dilaporkan sedang mengembangkan “innovation exemption” untuk perdagangan token berbasis blockchain atas perusahaan publik, menurut laporan Bloomberg yang diterbitkan pada Senin. Pengecualian itu bisa hadir seawal pekan ini, berpotensi memperluas perdagangan perusahaan yang terdaftar secara publik dari bursa saham tradisional ke platform kripto desentralisasi. SEC dilaporkan berkonsultasi dengan “ratusan pelaku pasar” untuk mengumpulkan masukan mengenai cara menyusun aturan bagi perdagangan token. Komisaris SEC Hester Peirce memimpin dorongan agar perdagangan saham token mendapatkan innovation exemption, kata sumber kepada Bloomberg. Langkah ini mencerminkan meningkatnya minat Wall Street terhadap tokenisasi berbasis blockchain, yang dinilai dapat menawarkan efisiensi lebih besar untuk perdagangan dan penyelesaian dibanding sistem tradisional.

## Detail Innovation Exemption SEC

SEC telah mengusulkan agar token pihak ketiga yang melacak saham perusahaan publik membawa manfaat yang sama seperti saham biasa—termasuk hak suara dan dividen—atau menghadapi delisting, demikian laporan Bloomberg. Detail pengecualian belum final dan bisa berubah sebelum diterapkan, menurut sumber yang mengetahui perkara tersebut. Cointelegraph menghubungi SEC untuk komentar, tetapi tidak mendapat respons segera. Meski pengecualian diharapkan, sebagian pejabat SEC tidak mendukung keputusan untuk mengizinkan perdagangan saham token, kata sumber.

## Perkembangan Industri

Tokenisasi berbasis blockchain telah mendapat momentum di kalangan institusi keuangan besar. Perusahaan induk New York Stock Exchange, Intercontinental Exchange, mengumumkan pada Januari bahwa mereka akan meluncurkan platform tokenisasi untuk perdagangan 24/7 dan penyelesaian saham serta exchange-traded funds menggunakan sistem pasca-perdagangan berbasis blockchain. Bullish, bursa kripto yang dipimpin mantan presiden NYSE Tom Farley, memperkuat kemampuan tokenisasinya awal bulan ini melalui akuisisi platform agen transfer Equiniti senilai $4,2 miliar dolar AS.

## Penentangan dan Kekhawatiran

Brett Redfearn, presiden Securitize—salah satu platform tokenisasi kripto-native terbesar—mengungkapkan kekhawatiran terkait innovation exemption yang diharapkan dari SEC. Redfearn berpendapat bahwa mengaktifkan pihak ketiga untuk melakukan tokenisasi saham “tanpa penerbit di meja” dapat memicu masalah fragmentasi dan membuat investor tidak yakin tentang nilai saham mereka. Perdagangan token juga telah merambah ruang pra-IPO, memungkinkan investor memperoleh eksposur ke perusahaan privat sebelum perusahaan tersebut go public. Namun, beberapa perusahaan, termasuk OpenAI dan Anthropic, menentang saham token tanpa izin yang melacak valuasi mereka.

## Konteks Legislasi

Langkah tokenisasi SEC ini mengikuti kemajuan CLARITY Act oleh Komite Perbankan Senat pada Kamis, yang menyiapkannya untuk pemungutan suara pleno di Senat bulan depan. Pendukung perdagangan saham token mengatakan teknologi tersebut dapat mendorong inklusi keuangan dengan memungkinkan individu yang tidak memiliki akses ke pasar AS atau rekening pialang tradisional untuk memperoleh eksposur ke perusahaan publik, termasuk Nvidia, Google, dan Tesla.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar